IMG 826a8 2
IMG 8247 1
IMG 8248 1

Muara Jawa, Kamis 04 Juni 2026Pemerintah Kecamatan Muara Jawa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) Field South, aparat keamanan, serta tokoh dan masyarakat setempat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) melalui kegiatan Sosialisasi Keamanan Obvitnas yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Muara Jawa, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Menjaga Keamanan Pertamina Hulu Sanga Sanga South Area Operations untuk Ketahanan Energi Nasional” ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan operasional sektor hulu migas yang merupakan salah satu penopang utama ketahanan energi Indonesia.


Keamanan Obvitnas Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Dalam sambutannya, Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberadaan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga di wilayah Kecamatan Muara Jawa merupakan aset strategis negara yang memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi nasional. Oleh karena itu, keamanan dan kelancaran operasional perusahaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan maupun pihak perusahaan, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, terciptanya kondisi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif merupakan modal utama dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Dengan terjaganya keamanan objek vital nasional, maka aktivitas produksi migas dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun negara.

Camat Muara Jawa juga mengajak seluruh warga untuk turut mengambil peran dalam menjaga lingkungan sekitar wilayah operasi perusahaan, termasuk dengan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat kegiatan operasional sektor migas.


Penguatan Sinergi Melalui Pembinaan Teritorial

Pada sesi pemaparan materi, berbagai narasumber menyampaikan informasi dan edukasi terkait peran masing-masing pihak dalam menjaga keamanan Obvitnas.

Danramil Muara Jawa, Kapten Inf Waskito, menjelaskan pentingnya penguatan Pembinaan Teritorial (Binter) dan Komunikasi Sosial (Komsos) sebagai bagian dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ia menegaskan bahwa TNI memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan di wilayah, termasuk di sekitar objek vital nasional.

Dalam paparannya, Kapten Inf Waskito mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi batas-batas wilayah perusahaan dan tidak melakukan pemanfaatan lahan secara ilegal yang dapat berpotensi menimbulkan permasalahan hukum maupun mengganggu operasional perusahaan.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai batas wilayah operasi perusahaan sangat penting untuk menghindari konflik lahan serta menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Muara Jawa.


Waspada Karhutla dan Ancaman terhadap Fasilitas Migas

Sementara itu, Plh Kapolsek Muara Jawa, IPTU Bagus S., menyampaikan materi mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di musim kemarau dan kondisi cuaca yang rentan memicu munculnya titik api.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, baik terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat.

Lebih lanjut, IPTU Bagus menekankan bahwa fasilitas migas memiliki tingkat risiko yang tinggi apabila berada di dekat sumber api. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan mengganggu operasional objek vital nasional.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa tindakan sederhana seperti menjaga lingkungan dari potensi kebakaran merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan sektor energi nasional.


Komitmen PHSS Mendukung Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional

Mewakili manajemen PHSS, Agus Irawan selaku Section Head Southern Area Operations PHSS menyampaikan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait visi pembangunan nasional yang menempatkan sektor energi sebagai salah satu prioritas utama.

Ia menjelaskan bahwa upaya menuju swasembada energi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bersama Koramil, Forkopimca, dan masyarakat Muara Jawa merupakan salah satu bentuk kolaborasi nyata dalam menciptakan lingkungan operasional yang aman dan kondusif.

Agus Irawan menegaskan bahwa jaminan keamanan operasional menjadi faktor yang sangat penting bagi PHSS dalam menjalankan kegiatan produksi migas. Dengan kondisi yang aman dan stabil, perusahaan dapat terus berkontribusi dalam mencapai target produksi migas nasional yang telah ditetapkan pemerintah melalui SKK Migas.


Peningkatan Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Ancaman

Kegiatan sosialisasi juga menghadirkan pemaparan dari berbagai fungsi internal PHSS yang menjelaskan berbagai aspek pengamanan dan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi potensi ancaman maupun kondisi darurat.

Paparan diawali oleh Tengku Ferdy Hendrawan, Superintendent Field South PHSS HSSE Operations, yang menjelaskan berbagai langkah mitigasi risiko yang telah diterapkan perusahaan guna memastikan operasional berjalan dengan aman dan sesuai standar keselamatan kerja.

Selanjutnya, Maulana Malik Ibrahim dari fungsi Security memaparkan berbagai potensi ancaman keamanan yang dapat muncul di sekitar wilayah operasi serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Sementara itu, Marihot Fernando Pandiangan dari Emergency Response Team (ERT) menjelaskan kesiapan tim tanggap darurat PHSS dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi berdampak pada fasilitas operasi perusahaan.

Melalui pemaparan tersebut, peserta mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai risiko yang dapat mengancam objek vital nasional.


Membangun Lingkungan yang Aman, Sehat, dan Produktif

Selain membahas aspek keamanan dan keselamatan, kegiatan ini juga memberikan perhatian terhadap isu sosial yang berpengaruh terhadap stabilitas lingkungan masyarakat.

Dalam sesi khusus, dr. Gimyarevski Ellyasaf menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, produktivitas, serta masa depan generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkoba demi menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.

Di sisi lain, M. Fajerianoor memaparkan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang telah dan akan terus dijalankan PHSS di wilayah Muara Jawa. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sosial.

Komitmen perusahaan dalam melaksanakan program CSR menunjukkan bahwa keberadaan industri migas tidak hanya berfokus pada aspek produksi energi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.


Memperkuat Kolaborasi Demi Masa Depan yang Berkelanjutan

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan menjaga keamanan objek vital nasional tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan kepedulian bersama antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, serta masyarakat.

Melalui sinergi yang telah terbangun, Kecamatan Muara Jawa diharapkan dapat terus menjadi wilayah yang aman, kondusif, dan mendukung keberlangsungan operasional sektor hulu migas sebagai bagian penting dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan Obvitnas, seluruh pihak optimis bahwa potensi gangguan terhadap fasilitas strategis negara dapat diminimalisir, sehingga target produksi energi nasional dapat tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Bersama Menjaga Keamanan Objek Vital Nasional untuk Ketahanan Energi Nasional” bukan sekadar tema kegiatan, melainkan komitmen bersama untuk menjaga aset negara, memperkuat stabilitas wilayah, dan mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media